Senyum di Balik
Jendela
Senyum di balik jendela...aku mendapatkan dalam
tatapan singkat penuh makna...dalam ramainya siang dan dalam teduhnya
hati...melewati 4 bulan sabit berlalu...dalam kehampaan gerbong hati, secepat
kereta itu terus berlari dan bersembunyi dalam ingatan yang abadi...
Senyum di balik jendela...dimana disana ada
kebijaksaan, kedewasaan dan kelembutan luar biasa seorang hamba
Tuhan...melewati panjangnya lorong kehidupan kejam...yang tak jarang terus
meminta korbannya...
Senyum di balik jendela...pertanyaan tanpa
jawaban...entah mengapa, hanya dia yang membuat aku terus menggali dan menggali
setiap pertanyaan itu...tapi...lagi-lagi tak ada...nihil...tak bernilai...
Senyum di balik jendela...hanya ada lambaian
tangan...yang terus melambaikan kebaikan...melambaikan keindahan...melambaikan
bahwa kehidupan itu perjuangan...
Senyum di balik jendela...semakin berlalu dan
berlalu...sebisa mungkin aku ukir dan abadikan...dalam hatiku yang tak kunjung
padam...dalam jiwaku yang semakin lelah...sebisa mungkin aku bisikkan...kalimat
syukur yang terus mengalun hingga berhenti dalam masanya...
Senyum di balik jendela...andaikan dia tahu...andaikan
dia mengerti...aku mungkin selamanya tak kan bisa menuliskan dalam indahnya
kata-kata...serta dalamnya makna-makna...kerena bagiku itu menyiksa...amat
sangat menyiksa...mungkin aku hanya bisa mengingat dan menambatkan bahwa dia,
begitu bermakna...begitu indah...begitu berarti...
Bandung, Mei 2011
Sinar Mentari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar